Sabtu, 10 April 2021

Pengenalan Komponen User Interface (UI) pada Android Studio (Part 2)

 Haii teman – teman semua! Ketemu lagi dengan saya, di pembahasan kali ini masih seputar komponen UI yang ada di Android Studio bagian ke - 2, untuk bagian 1 Pengenalan Komponen User Interface (UI) Android Studio. Banyak sekali referensi yang menjelaskan tentang komponen UI Android Studio. Disini saya akan menjelaskan dan mengimplementasikan komponen UI (Part 2). 

Komponen UI (Bagian 2) diantaranya :

8. Spinner

Spinner adalah salah satu view yang cukup sering kita lihat penggunaannya dihampir semua aplikasi Android. Spinner berbentuk list dropdown berisi item - item yang bisa kita pilih. Spinner biasa digunakan untuk memudahkan pengguna memilih salah satu value list atau array yang disajikan dengan cepat. Ada dua cara untuk membuat spinner di Android Studio. Yang pertama, data array disimpan pada file strings.xml dalam bentuk string-array yang bersifat statis atau tidak sering berubah - ubah. Yang kedua adala data array disimpan langsung pada file Java, dalam bentuk string array ataupun String Arraylist cara ini bersifat dinamis atau dapat berubah - ubah. Yang akan saya bahas yaitu menggunakan bentuk string-array yang bersifat statis caranya,

1. Kalian buka terlebih dahulu aplikasi Android Studio yang ada di PC kalian 

  • Pilih Start → Android Studio
  • Pilih Create New Projects
  • Pilih Empty Activity lalu klik next
Akan muncul Configure Your Project, 
**
Name →  Modul4_Spinner (sesuaikan dengan project yang anda buat)
Package Name → ubah menjadi nama blog atau website kalian masing - masing, disini saya menggunakan url blog saya nofieanggraeni.blogspot.com lalu diikuti nama project Modul4_Spinner.
Save Location →  Disesuikan dengan keinginan kalian dimana project ini akan di simpan
Minimum API level →  API 16 (di sesuaikan dengan spesifikasi PC kalian, disarankan memilih yang paling minimum untuk API levelnya) →   Finish


2. Setelah melakukan Configurasi Project maka akan tampil halaman utama IDE Android Studio, setelah itu ubah layout menjadi LinearLayout, kemudian kita buka file strings.xml pada folder res/values/strings.xml, dan kita masukkan string-array sebagai berikut :
<resources>
<string name="app_name">Modul4_Spinner</string>
<string-array name="hari">
// variabel yang akan dipanggil dari activity_main.xml (entries="@array/hari)
<
item> Senin </item>
<
item> Selasa </item>
<
item> Rabu </item>
<
item> Kamis </item>
<
item> Jumat </item>
<
item> Sabtu </item>
<
item> Minggu </item>
</
string-array>
</
resources>
 3. Selanjutnya, pada layout activity_main.xml kita tambahkan Text View dan sebuah Spinner View, hingga menjadi seperti dibawah ini :
<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto"
xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="match_parent"
tools:context=".MainActivity">

<
TextView
android:layout_width="wrap_content"
android:layout_height="wrap_content"
android:text="HARI INI : " // text yang tercetak
android:layout_marginTop="15dp" //jarak text ke atas
android:textStyle="bold" /> // text tercetak tebal

<
Spinner
android:layout_width="wrap_content"
android:layout_height="wrap_content"
android:layout_marginTop="15dp" // jarak spinner ke atas
android:entries="@array/hari" /> // mengambil value dari strings.xml

</
LinearLayout>

HASIL  Spinner


9. Toggle Button

Toggle Button adalah tombol atau button di android yang dimodifikasi sehingga mempunyai dua buah state, yaitu ON atau OFF. Toggle Button sifat di dunia nyatanya mirip seperti saklar lampu, dimana kita bisa menyalakan atau mematikan saklar tersebut. Oke langsung saja, seperti biasa buatlah sebuah project baru di Android Studio terlebih dahulu. Setelah itu pada file activity_main.xml kita ketikkan seperti dibawah ini :
<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto"
xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="match_parent"
android:orientation="vertical"
tools:context=".MainActivity">

<TextView
android:layout_width="wrap_content"
android:layout_height="wrap_content"
android:layout_marginTop="20dp"
android:text="Tombol ON/OFF Flash"
android:textSize="16sp"
android:textStyle="bold" />
<ToggleButton
android:id="@+id/toggleButton"
android:layout_width="wrap_content"
android:layout_height="wrap_content"
android:layout_marginTop="20dp"
android:layout_marginLeft="5dp"
android:text="ToggleButton"
android:textOff="Flash Mati" // text label OFF, Jika di tekan maka akan berubah textnya
android:textOn="Flash Hidup" //text label ON
app:layout_constraintStart_toStartOf="parent"
app:layout_constraintTop_toTopOf="parent" />
</LinearLayout> 

Disini kita hanya menggunakan satu buah Toggle Button.  Text Label yang digunakan disini jika state ON maka label textnya adalah Flash Hidup (garis warna dibawah button akan nyala), sedangkan jika statenya OFF maka labelnya Flash Mati (garis warna dibawah button akan mati).

HASIL Toggle Button


10. Switch ON / OFF

Switch adalah sebuah komponen layout yang mirip seperti tuas ON/OFF. sama seperti Toggle Button bedanya switch tuas 'toggle' bisa digeser ke kanan dan ke kiri. Oke langsung saja, seperti biasa buatlah sebuah project baru di Android Studio terlebih dahulu. Setelah itu pada file activity_main.xml kita ketikkan seperi di bawah ini:
<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto"
xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="match_parent"
tools:context=".MainActivity">

<TextView
android:layout_width="wrap_content"
android:layout_height="wrap_content"
android:layout_marginTop="20dp"
android:text="Switch Testing : "
android:textSize="18sp"
android:textStyle="bold" />
<Switch
android:id="@+id/simpleSwitch"
android:layout_width="wrap_content"
android:layout_height="wrap_content"
android:layout_marginTop="20dp"
android:layout_marginLeft="15dp"
android:showText="true"
android:text="Switch"
android:textOff="OFF" // text label OFF, Jika di tekan maka akan berubah textnya
android:textOn="ON" // text label ON, akan nyala
android:textSize="18sp"
android:textStyle="bold" />
</LinearLayout>
Text Label yang digunakan disini jika state ON maka label textnya adalah ON (button akan nyala), sedangkan jika statenya OFF maka labelnya OFF (button akan mati).

HASIL Switch ON/OFF


11. Progress Bar

ProgressBar adalah indikator tampilan grafis yang menunjukkan seberapa lama progresss. ProgressBar di android berguna karena sistem memberi informasi kepada user perihal waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugasnya. Contoh script xml di bawah ini, tapi sebelumnya buatlah project baru lagi .
<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto"
xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="match_parent"
android:orientation="vertical"
tools:context=".MainActivity">

<
TextView
android:layout_width="wrap_content"
android:layout_height="wrap_content"
android:text="Mohon Tunggu . . . " //text yang ditampilkan
android:textSize="18sp"
android:textStyle="bold" /> //tercetak tebal
<ProgressBar
android:id="@+id/progressBar_cyclic" //ProgressBar berbentuk lingkaran
android:layout_width="wrap_content"
android:layout_height="wrap_content"
android:layout_centerHorizontal="true"
android:layout_centerVertical="true"
android:layout_marginLeft="10dp"
android:layout_marginBottom="30dp"
android:minWidth="20dp" //lebar minimal sebesar 20
android:minHeight="20dp" /> //tinggi minimal sebesar 20
<TextView
android:layout_width="wrap_content"
android:layout_height="wrap_content"
android:text="Sedang Menyimpan Data" //text yang ditampilkan
android:textSize="18sp"
android:textStyle="bold" /> //tercetak tebal
<ProgressBar
android:id="@+id/progressBar"
style="?android:attr/progressBarStyleHorizontal" //ProgressBar berbentuk horixontal
android:layout_width="wrap_content"
android:layout_height="wrap_content"
android:layout_alignParentLeft="true"
android:layout_alignParentTop="true"
android:layout_marginLeft="10dp"
android:layout_marginTop="0dp"
android:indeterminate="false"
android:max="100"
android:minHeight="50dp"
android:minWidth="200dp"
android:progress="1" />
</
LinearLayout>

HASIL ProgressBar


12. SeekBar

Seek Bar adalah sejenis ProgressBar dengan ibu jari yang diseret. user dapat menyeret nail ke kiri dan ke kanan untuk memindahkan progress lagu, volume, suara, dan lain - lain.  Buatlah project baru di Android Studio terlebih dahulu. Contoh scriptnya sebagai berikut :
<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto"
xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="match_parent"
tools:context=".MainActivity">

<TextView
android:layout_width="wrap_content"
android:layout_height="wrap_content"
android:text="Atur Volume" />
<SeekBar
android:id="@+id/seekBar"
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="wrap_content"
android:scrollbarSize="10dp"
app:layout_constraintEnd_toEndOf="parent"
app:layout_constraintStart_toStartOf="parent"
app:layout_constraintTop_toTopOf="parent" />
</LinearLayout>

HASIL SeekBar



13. RatingBar

RatingBar biasa digunakan untuk mendapatkan peringkat dari user. Peringkat mengembalikan angka floating-point, mungkin 2.0, 3.5, 4.0, dan lain sebagainya. Buatlah project baru di Android Studio terlebih dahulu. Contoh scriptnya sebagai berikut :
<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto"
xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="match_parent"
android:orientation="vertical"
tools:context=".MainActivity">

<TextView
android:layout_width="wrap_content"
android:layout_height="wrap_content"
android:layout_gravity="center"
android:text="Rate This App : "
android:textSize="24sp"
android:textStyle="bold" />
<RatingBar
android:id="@+id/ratingBar"
android:layout_width="wrap_content"
android:layout_height="wrap_content"
android:layout_gravity="center"
app:layout_constraintStart_toStartOf="parent"
app:layout_constraintTop_toTopOf="parent" />
</LinearLayout>

HASIL Rating Bar


14. Scroll View

Scroll View adalah elemen widget yang biasa digunakan untuk menggulir UI, baik secara vertical maupun horizontal. Buatlah project baru di Android Studio terlebih dahulu. Contoh scriptnya sebagai berikut :
Disini saya membuat text view sebanyak 44, kalian bisa menyesuaikan sesuai kebutuhan

HASIL Scroll View


CHALLENGE MEMBUAT FORM REGISTRASI

Baiklah sekarang kita langsung membuat latihannya yaitu membuat Form Registrasi dengan beberapa komponen yang sudah kita bahas sebelumnya.
1. Pertama kita jalankan aplikasi IDE Android Studio, caranya :
  • Pilih Start -> Android Studio
  • Pilih Create New Projcts
  • Pilih Empty Activity lalu klik next
Configure Your Project 
Name -> Tugas_Modul4
Package Name -> ubah menjadi nama blog atau website kalian masing - masing, disini saya menggunakan url blog saya nofieanggraeni.blogspot.com lalu diikuti nama project tugas_modul4.
Save Location -> Disesuikan dengan keinginan kalian dimana project ini akan di simpan
Minimum API level -> API 16 Jelly Bean (di sesuaikan dengan spesifikasi PC kalian, disarankan memilih yang paling minimum untuk API levelnya) -> Finish
2. Maka akan tampil IDE Android Studio 
 
3. Sebelum ke activity_main kita ubah terlebih dahulu Layoutnya dengan cara Klik kanan pada ConstraintLayout, pilih Convert View

 

Lalu pilih LinearLayout, klik Apply
 
Setelah Layout diubah menjadi linear kemudian ubah lagi menjadi LinearLayout(Vertical) 
 
4. Setelah diubah menjadi vertical kemudian klik split untuk bisa melihat perubahan dibagian designnya ketika kita mengetikkan sintak di xml nya. 
5. Lalu ketikkan script berikut :

Disini kita menggunakan inputType, kenapa? Untuk memudahkan user ketika registrasi. Untuk password suapaya terjaga rahasianya kita gunakan android:inputType="textPassword", alamat email menggunakan android:inputType="textEmailAddress", Phone kita gunakan android:inputType="number" supaya langsung menginputkan dengan nomor tanpa harus salah input karena huruf alfabet.
6. Seteleh selesai mengetikkan yang kita butuhkan di activity_main.xml untuk memproses ketika kita mengklik tombol maka kata akan muncul sebuah pop-up seperti "Selamat anda berhasil Registrasi" nah cara mendapatkan referensi objek dan mendapatkan event handler, kita gunakan atribut "id" pada tag xml untuk memberikan identifier pada objek View kita. Id tersebut akan kita gunakan untuk mereferensikan objek tersebut. Dan untuk menambahkan event handler pada tombol, gunakan interface setOnClickListener(...).
7. Selanjutnya ketikan script pada file MainActivity.java seperti Script dibawah ini : 
 
 
8. Kemudian Jalankan emulator tambahan (Vysor) di kedua perangkat yaitu PC dan Handphone kalian masing - masing. Kenapa menggunakan Vysor? Supaya tidak terlalu berat dan membebankan PC kalian, tetapi jika PC kalian memenuhi spesifikasi Android Studio atau bahkan lebih bisa langsung dari Android Studio di PCnya tanpa harus menggunakan Emulator tambahan.

HASIL Challenge Form Registrasi





Demikianlah Pengenalan komponen User Interface (UI) pada Android Studio (Lanjutan) dan juga latihan - latihan yang tersedia. Semoga apa yang disampaikan bisa bermanfaat bagi teman-teman semua, mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan lainnya. Sampai jumpa di Pembahasan selanjutnya.
Terima Kasih !!!


Continue reading Pengenalan Komponen User Interface (UI) pada Android Studio (Part 2)

Sabtu, 03 April 2021

Pengenalan Komponen User Interface (UI) Android Studio

 

Haii teman – teman semua! Di postingan sebelumnya kita sudah membahas tentang pengenalan android studio dan membuat tampilan biodata sederhana menggunakan tools yang ada di android studio. Nah, sekarang kita akan membuat latihan – latihan langsung dari kode programnya, tapi sebelumnya kita kenalan dulu dengan komponennya yaitu Komponen UI (User Interface) android studio.

User Interface (UI) adalah komponen – komponen yang ada pada aplikasi android, secara umum user interface (UI) meliputi activity. Activity menggunakan method setContentView(R.layout.filenamexml) untuk merender tampilan pada layer perangkat. Semua yang berhubungan dengan UI pada aplikasi android biasanya berada pada lokasi res/layout/filename.xml. Cara termudah membangun UI adalah dengan menggunakan file XML statis, namun terkadang kita memerlukan UI yang dinamis saat aplikasi berjalan, oleh karena itu dimungkinkan pula menciptakan UI melalui kode program.

Komponen UI terbagi menjadi beberapa kategori yaitu :

  1. Layout : layout merupakan perluasan dari kelas ViewGroup. Layout berfungsi sebagai wadah komponen lainnya. Layout mengatur bagaimana komponen lainnya akan ditampilkan. Jenis – jenis layout yaitu LinearLayout, RelativeLayout, FrameLayout, TableLayout, dan GridLayout.
  2. Widget : widget terdiri dari button, CheckBox, TextView, Switches, ImageView, Progressbar,spinner, dan WebView. Widget disebut dengan UI Control.
  3. TextField : dengan komponen ini user dapat melakukan input teks.
  4. Container : merupakan komponen yang umum digunakan untuk menampilkan komponen – komponen yang sama. Beberapa komponen container yaitu RadioGroup, ListView, ScrollView.
  5. Date & Time : komponen ini digunakan untuk menampilkan tanggal dan waktu.

Komponen UI – Basic View diantaranya ada :

  1. TextView adalah elemen pada android studio yang digunakan untuk menampilkan output berupa text pada UI seperti gambar dibawah ini 
     


  2. EditText adalah elemen UI untuk memasukkan dan memodifikasi text, di dalam penerapannya atribut EditText seperti input type harus ditetapkan secara spesifik 




  3. Button adalah UI elemen dimana user dapat meng-klik atau melakukan tap untuk menghasilkan sebuah action. 


  4. ImageView adalah elemen yang biasa digunakan untuk menampilkan image file ke dalam aplikasi. 
     

  5. RadioGroup dan RadioButton adalah elemen yang telah disiapkan oleh Android Studio yang biasa untuk menampilkan pilihan yang dipilih berupa satu lingkaran dengan titik tengah, yang nantinya digunakan sebagai opsi input. 


  6. CheckBox digunakan untuk menampilkan pilihan dimana kita bisa memilih dari satu (multiple choice), berbeda dengan spinner atau radio button dimana kita hanya bisa memilih satu pilihan. 
     
  7. ImageButton adalah salah satu widget dari komponen UI yang berfungsi untuk menampilkan gambar, namun tidak hanya gambar, ImageView bisa juga kita navigasikan menjadi sebuah Button, untuk mengeksekusi program dan juga dapat menghubungkan antar activity. Berbeda dengan ImageView, pada ImageView kita hanya dapat menampilkan gambar saja. 
     
     
Sedikit penjelesan komponen UI Android Studio dan contoh program beserta sintak xml nya. Untuk komponen masih banyak lagi jenisnya, tapi untuk saat ini kita bahasnya hanya basic viewnya saja.

Baiklah sekarang kita langsung membuat latihannya yaitu membuat pengenalan nama dengan komponen yang sudah kita bahas diatas.
1. Pertama kita jalankan aplikasi IDE Android Studio, caranya :
  • Pilih Start -> Android Studio
  • Pilih Create New Projcts
  • Pilih Empty Activity lalu klik next
Configure Your Project 
 
Name -> Modul3LatihanTugas
Package Name -> ubah menjadi nama blog atau website kalian masing - masing, disini saya menggunakan url blog saya nofieanggraeni.blogspot.com lalu diikuti nama project modul3latihantugas.
Save Location -> Disesuikan dengan keinginan kalian dimana project ini akan di simpan
Minimum API level -> API 16 (di sesuaikan dengan spesifikasi PC kalian, disarankan memilih yang paling minimum untuk API levelnya) -> Finish
2. Maka akan tampil IDE Android Studio 
 
3. Sebelum ke activity_main kalian ubah terlebih dahulu Layout nya dengan cara Klik kanan pada ConstraintLayout, pilih Convert View

 

Lalu pilih LinearLayout, klik Apply
 
Setelah Layout diubah menjadi linear kemudian ubah lagi menjadi LinearLayout(Vertical) 
 
4. Setelah diubah menjadi vertical kemudian klik split untuk bisa melihat perubahan dibagian designnya ketika kita mengetikkan sintak di xml nya. 
 
5. Hapus atau tambahkan pada bagian tag <TextView> dan <EditText> dengan sintak dibawah ini. 
 
 Untuk membuat pilihan kota tempat tinggal, gunakan tag <RadioGruop> dan <RadioButton> 

Dan terakhir untuk mengeksekusi yang telah di inputkan kita gunakan tombol dengan tag <Button>
 
6. Seteleh selesai mengetikkan yang kita butuhkan di activity_main.xml untuk memproses ketika kita mengklik tombol maka kata "Selamat datang" akan kita ubah menjadi ucapan "Halo, (Nama yang kita inputkan) Anda dari (Kota yang dipilih)" nah cara mendapatkan referensi objek dan mendapatkan event handler, kita gunakan atribut "id" pada tag xml untuk memberikan identifier pada objek View kita. Id tersebut akan kita gunakan untuk mereferensikan objek tersebut. Dan untuk menambahkan event handler pada tombol, gunakan interface setOnClickListener(...).
7. Selanjutnya ketikan script pada file MainJava.java seperti gambar dibawah ini : 
 
 
8. Kemudian Jalankan emulator tambahan (Vysor) di kedua perangkat yaitu PC dan Handphone kalian masing - masing, dan hasilnya 
 Demikian Pengenalan Komponen UI yang ada di android studio semoga apa yang di sampaikan bermanfaat untuk teman - teman semua. Selamat Mengerjakan!!!

Terima Kasih.



















Continue reading Pengenalan Komponen User Interface (UI) Android Studio

Kamis, 25 Maret 2021

Pengertian Android Studio dan Tutorial membuat tampilan sederhana di Android Studio

Halo!! Di postingan kedua ini saya akan membuat tutorial Android Studio tapi sebelumnya kenalan dulu yuk, apa sih Android Studio itu?
    Android Studio adalah Lingkungan Pengembangan Terpadu - Intergrated Development Environment (IDE) untuk pengembangan aplikasi Android, berdasarkan IntelliJ IDEA . Selain merupakan editor code IntelliJ dan alat pengembang yang berdaya guna, Android Studio menawarkan lebih banyak fitur. Gunanya untuk meningkatkan produktivitas kamu saat membuat aplikasi Android, misalnya:
  • Sistem versi berbasis Gradle yang fleksibel
  • Emulator yang cepat dan kaya fitur
  • Lingkungan yang menyatu untuk pengembangan bagi semua perangkat Android
  • Instant Run untuk mendorong perubahan ke aplikasi yang berjalan tanpa membuat APK baru
  • Template kode dan integrasi GitHub untuk membuat fitur aplikasi yang sama dan mengimpor kode contoh
  • Alat pengujian dan kerangka kerja yang ekstensif
  • Alat Lint untuk meningkatkan kinerja, kegunaan, kompatibilitas versi, dan masalah-masalah lain
  • Dukungan C++ dan NDK
Nah, sekarang kita lanjut ke tutorial yuk!
  1. Langkah pertama buka aplikasi Android Studio (jika belum ada kalian bisa download di situs resmi Android Studionya). Tampilan awalnya akan seperti ini, lalu pilih Create New Project.
        2. Kemudian, pilih Empty Activity dan klik Next
        3. Beri nama pada file Project, untuk Package name biarkan seperti itu dan untuk lokasi penyimpanan bisa di atur sendiri, untuk language pilih Java, Minimum SDK pilih sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. Lalu klik Finish
        4. Setelah disimpan maka akan dibawa ke tampilan utama Android Studio.
        5. Disini kalian bisa mengisi dengan apapun sesuai dengan project yang akan kalian buat tapi disini saya membuat project perkenalan seperti dibawah ini. (Disini kita menggunakan textview)
        6. Setelah selesai buka Vysor di handphone dan PC untuk menjalankan program yang sudah dibuat. 
            7. Cara agar vysor di handphone terhubung dengan PC/Laptop
    • Aktifkan opsi pengembang pada handphone
    • Aktifkan mode USB Debugging
    • Sambungkan Kabel USB ke PC/Laptop
    • Lalu pilih mode transfer file                
        7. Jika sudah, selanjutnya kita run pada aplikasi android studio.

        8. Dan inilah hasil pada emulator tambahan 
Sekian pengenalan dan tutorial android studio kali ini.
Terima Kasih..
 
Continue reading Pengertian Android Studio dan Tutorial membuat tampilan sederhana di Android Studio